Beberapa pekan yang lalu sempat
saya menonton sebuah drama korea yang berjudul ‘Class of Lies’. Sebuah drama
yang menceritakan tentang kasus pembuhun siswi SMA ternama di korea. Tersangka
kasus pembunuhan itu adalah siswa SMA yang sama. Ia dituduh membunuh temannya
karena saat kejadian itu siswa tersebut berada di TKP. Namun pada saat
penyelidikan sang siswa bersikeras tidak mengakui kejahatannya. Sampai suatu
waktu setelah persidangan pertama sang siswa melakukan aksi bunuh diri dengan
terjun dari atap rumah sakit. Hal itu sontak membuat persidangan kasus
pembunuhan itu harus terhenti. Apakah dengan percobaan bunuh dirinya sang siswa
membuat pengacara dan para jaksa penuntut umum itu percaya bahwa siswa itu
mampu membuhun kawannya atau ada sebuah konspirasi dibalik semua itu?
Terkadang apa yang kita lihat
belum tentu itu benar-benar terjadi. Pasalnya tersangka kasus pembunuhan siswi
itu terbukti tidak bersalah setelah pihak pengacara bekerja keras mencari bukti
terkongkret yang bisa di ajukan ke pengadilan. Bayangkan jika si pengacara
kasus itu tidak mencari bukti dengan benar. Bisa jadi si siswa itu mendekam
dipenjara selama puluhan tahun untuk sebuah kejahatan yang bahkan tidak dia
lakukan. Masa depannya akan berat dan mungkin ia pun akan berakhir pada sebuah
percobaan bunuh diri kembali.
Walaupun itu hanya sebuah drama,
namun dapat kita ambil sebuah hikmah dari kisah tersebut bahwa kita sebagai
manusia tidak bisa langsung menduduh tanpa bukti nyata. Tuduhan tanpa bukti
bisa menjadi sebuah senjata mematikan bagi ia yang tertuduh. Masih hangat dalam
ingatan kita dengan kasus Sulli ex personel F(X). Ya dia melakukan bunuh diri
setelah kasus pembullyan yang ia terima. Bullying yang gadis itu terima berawal
dari tuduhan-tuduhan tak berdasar yang dilakukan segelintir orang.
Tuduhan-tuduhan keji itu terus berdatangan silih berganti bagai badai di lautan
lepas. Akhir dari tuduhan itu sudah kita semua ketahui, yaitu dengan tewasnya
sang idol korea selatan itu.
Terkadang manusia senang sekali
berasumsi ini dan itu tentang manusia lainnya. Misal dalam sebuah keluarga selalu
saja ada beberapa orang yang memiliki
asumsi terhadap anggota keluarga lainnya. Entah itu baik atau buruk. Pada
dasarnya berasumsi itu baik, namun jika asumsi itu dibiarkan berlarut tanpa
adanya bukti nyata maka bisa jadi sebuah kebiasaan buruk bahkan bisa berakibat
fatal bagi orang yang diberikan asumsi tersebut. Dalam hal ini sebut saja kasus
perceraian Song-song couple. Sebelum berita perceraian mereka beredar luas telah
banyak asumsi yang ditujukan pada pasangan yang baru menikah selama kurang
lebih dua tahun ini. Ada yang mengatakan jika pernikahan kedua idol ini hanya
settingan belaka, adapula yang mengatakan jika perceraian sang idol terjadi
karena adanya orang ketiga bahkan keempat dari keduanya. Padahal boleh jadi
awalnya kehidupan rumah tangga mereka baik-baik saja, namun karena adanya
asumsi ini dan itu yang ditujukan pada keduanya terjadilah hal seperti ini.
Beberapa tahun lalu kita ketahui
gosip yang beredar bahwa unnie cantik Yoona SNSD memiliki hubungan dengan Oppa
ganteng Choi Siwon. Padahal saat itu Choi Siwon dengan memiliki hubungan dengan
Stella Kim. Gosip itu terus merebak di seantero korea selatan. Mengakibatkan berakhirnya
hubungan Siwon dan Stella. Benarkah penyebab berakhirnya hubungan mereka adalah
karena Yoona berada diantara keduanya? Namun ternyata lagi-lagi tuduhan itu tak
beradasar, pasalanya hubungan Yoona dan Siwon hanyalah sebatas kawan baik satu
manajemen.
Dari paparan diatas perlu kita
ketahui bersama bahwa menuduh tanpa bukti adalah sesuatu yang sangat berbahaya.
Dalam islam sendiri dikatakan jika kita menuduh seseorang tanpa buktinya bisa
berakhir pada fitnah belaka. Maka sebelum kita memutuskan untuk menuduh
seseorang melakukan ini dan itu, alangkah baiknya kita melakukan konfirmasi
atau tabayun terlebih dahulu. Boleh jadi tuduhan yang kita layangkan adalah
sebatas tuduhan palsu karena sejatinya terdapat kedengkian dalam hati kita
sehingga dapat merugikan pihak yang tertuduh. Bukankah sebaik-baiknya manusia
adalah ia yang bermanfaat bagi manusia lainnya, lantas bagaimana jika kita
justru malah merugikan manusia lain akibat tuduhan tanpa bukti yang kita
lakukan. Tentu itu akan sangat buruk bukan?
@syara_salima
Tidak ada komentar:
Posting Komentar